Selasa, 26 Agustus 2025

Materi Dasar Tentang Plot Twist

Sudah pernah dengar tentang Plot Twist? Apa, sih, Plot Twist itu? Yuk, kita bahas dasarnya!

Plot itu artinya alur, sedangkan Twist artinya memelintir atau berputar. Jadi, Plot Twist itu adalah alur cerita yang sengaja dipelintir atau diputar oleh penulis sehingga memberi efek kejutan dalam cerita yang dibuat.

Contoh sederhananya dalam kalimat seperti ini:

"Kalian semua sungguh mengecewakan Ibu, nilai kalian dalam matematika merosot. Namun, walaupun merosot, Ibu bangga karena sebagian dari teman-teman kalian mengharumkan nama sekolah kita dalam pertandingan bola antar SMA se-Kabupaten Bandung."

Di awal, tentu para murid akan merasa bahwa mereka telah sepenuhnya mengecewakan sang guru, tapi ternyata, pernyataan sang guru di akhir kalimatnya justru membuat seisi kelas turut bahagia dan bangga.

Kesimpulannya, ketika merencanakan Plot Twist, seorang penulis dengan sengaja membuat sebuah detail yang menyesatkan, menggiring pembaca mengira arahnya ke A ternyata ke B, membuat pembaca menyangka penjahatnya A ternyata B, atau membiarkan pembaca menduga ending-nya A ternyata B.

Membuat Plot Twist dikatakan berhasil jika pembaca terkejut, tak menduga, teperdaya, atau tertipu atas akhir sebuah cerita.

Plot Twist bisa dibagi dalam berbagai kategori, yaitu:

Ø  Dilihat dari kemunculannya di akhir cerita, disebut Twist Ending.

Ø  Kemunculan di tengah cerita bisa disebut sebagai Middle Story Plot Twist.

Ø  Dilihat dari jeda waktu pengungkapannya, terbagi menjadi Long Term Plot Twist dan Short. Long Term berarti Plot Twist disimpan selama mungkin sampai sepanjang cerita, sedangkan Short Term hanya dalam hitungan detik sudah diungkap.

Gimana, sudah paham materi dasar tentang Plot Twist-nya? Semoga bermanfaat, ya ....

 

By Kirana Adreena

***

 


Senin, 25 Agustus 2025

Tips Menulis Novel untuk Pemula

Menulis novel, bisa menjadi salah satu wadah bagi seseorang untuk menyalurkan hobi, mengutarakan emosi, bisa juga sebagai salah satu cara menambah penghasilan. Namun, terkadang bagi seseorang yang baru saja hendak memulai menulis novel, akan timbul rasa bingung atas langkah apa yang harus dilakukan terlebih dahulu untuk memulainya.

Eit! Tenang! Jangan bingung lagi, ya!

Di bawah ini ada beberapa poin penting yang dapat diperhatikan untuk menulis novel bagi pemula.

1. Ide Cerita

Sebagai penulis, kita pasti mempunyai daya khayal tinggi. Dari apa yang kita lihat, dengar, bahkan yang kita alami sendiri pun, bisa menjadi sebuah ide dan dijadikan cerita untuk novel yang akan kita tulis.

Untuk lebih memudahkan mengurai ide dalam kepala, kita bisa melakukan beberapa cara agar menemukan inspirasi guna memulai cerita yang akan kita tulis. Di antaranya, kita bisa mencari inspirasi melalui cerita yang kita dengar, film yang kita tonton, kejadian yang kita alami atau terjadi pada orang lain, dan lain-lain. Dari sana, akan mulai tergambar cerita tentang apa yang akan kita tuliskan.

 

2. Genre

Singkatnya, genre adalah jenis cerita yang akan kita tulis. Menentukan genre sangatlah penting dalam menulis novel agar isi dan alur cerita yang kita sampaikan kepada pembaca fokus dan tepat sasaran. Ada beberapa genre yang bisa kita pilih untuk novel yang kita tulis. Pilihlah genre yang paling ‘sreg’ dengan karakter kita, gaya bahasa kita, isi ide kita, yang ‘aku’ banget agar dalam penulisan novelnya kita bisa lebih leluasa dan santai, juga menghasilkan karya terbaik dengan ending berkesan bagi pembaca.

Beberapa genre yang dapat kita pilih berdasarkan ceritanya antara lain:

Ø  Romantis, fokus pada kisah cinta dan kasih sayang tokoh dalam cerita. 

Ø  Misteri/Kriminal, tentang kejahatan atau teka-teki yang harus dipecahkan oleh tokoh dalam cerita. 

Ø  Horor, genre yang membuat tokoh dikelilingi hal-hal menakutkan, menegangkan, yang mana salah satu target penulis adalah pembaca pun dibuat merinding ketika membacanya.

Ø  Komedi, menyematkan cerita-cerita lucu dalam novelnya agar menghibur pembaca. 

Ø  Sejarah, menceritakan peristiwa, tokoh, atau kisah kehidupan masa lalu.

Ø  Petualangan, tentang perjalanan yang penuh tantangan. 

Ø  Fantasi, Fiksi Ilmiah (Sci-Fi), Inspiratif, dan lain-lain. 

 

3. Membuat Outline atau Kerangka Cerita

Outline yaitu garis besar atau rancangan isi novel yang memuat poin penting berupa alur cerita, tokoh dan karakter tokoh, latar tempat, juga latar waktu. Pentingnya membuat outline adalah untuk membantu penulis agar tidak keluar dari alur cerita yang disusun.

 

4. Tokoh dan Karakter Tokoh

Tokoh adalah pemeran yang dihadirkan dalam cerita. Bisa berupa manusia, hewan, atau makhluk fiksi yang memiliki kepribadian, latar belakang, dan peran tertentu dalam kerangka cerita. Tokoh yang mempunyai ciri khas sangat penting untuk membuat cerita menjadi lebih hidup, berkesan, dan menarik bagi pembaca yang mana dapat disebut juga sebagai Penokohan atau Karakter Tokoh.

Berikut beberapa contoh Karakter Tokoh dalam novel, di antaranya:

Ø  Protagonis, yaitu tokoh utama. Dapat dilihat dari seberapa fokus cerita terhadap tokoh tersebut, seberapa sering ia muncul dalam cerita, serta durasi penceritaan tentang si tokoh. Dalam cerita, biasanya protagonis atau tokoh utama memiliki sifat-sifat baik atau positif. Namun, tokoh utama tidak selamanya bersifat baik. Ada pula yang karakternya digambarkan tidak baik dengan tujuan agar menjadi pembelajaran bagi pembaca, supaya tidak mencontoh karakter tokoh tersebut. Kita bisa ambil contoh cerita Si Kancil Anak Nakal. Dalam cerita, Kancil senang mencuri timun, tentu itu bukanlah sifat yang baik, tetapi nyatanya, Kancil adalah tokoh utama dalam cerita tersebut.

Ø  Antagonis, yaitu tokoh yang menjadi lawan protagonis atau tokoh utama, seringkali menghadirkan konflik atau jadi penghalang bagi tokoh utama dalam cerita.

Layaknya protagonis, antagonis sebenarnya tidak melulu tokoh yang bersifat negatif karena sejatinya antagonis adalah lawan protagonis. Kita bisa ambil contoh kisah tentang Malin Kundang. Dalam cerita, Malin Kundang adalah tokoh utama, tetapi ia anak yang durhaka terhadap ibunya dan tentu itu sifat yang tidak baik. Siapa yang menjadi penghalang Malin Kundang dalam kisah tersebut? Ibunya. Meski ibunya memiliki sifat yang baik, tetapi dalam kisah ini ia tetap pada posisi antagonis, yaitu lawan sang tokoh utama.

Ø  Tritagonis, yaitu tokoh pendukung yang membantu protagonis dalam mencapai tujuannya. Bisa memiliki sifat yang baik, bisa juga sebaliknya.

Ø  Foil, yaitu tokoh yang menunjukkan sifat yang berlawanan atau berbeda untuk memperdalam pemahaman pembaca tentang karakter tokoh utama. Kita bisa ambil contoh film Harry Potter. Dalam cerita, Draco Malfoy adalah penggambaran tokoh foil. Sifat baik dan berani Harry Potter semakin ditonjolkan dengan adanya sifat jahat dan pengecut Draco Malfoy. 

Ø  Karakter Datar (Flat Character), yaitu tokoh sederhana yang memiliki satu atau dua sifat dominan dan tidak banyak mengalami perubahan dalam cerita. Ia sering berperan sebagai tokoh pendukung yang membantu memajukan cerita atau menyoroti sifat-sifat tokoh utama. 

Ø  Karakter Bulat (Round Character), yaitu tokoh kompleks yang memiliki banyak sifat dan mengalami banyak perkembangan dalam cerita, seringkali mirip dengan karakter manusia di dunia nyata. Karakter ini bisa juga dimiliki oleh sang tokoh utama atau protagonis. Kita ambil contoh Harry Potter dalam film maupun buku. Dalam cerita, Harry pun digambarkan sebagai karakter bulat, ia mengalami perubahan besar dan mengembangkan karakternya sepanjang seri buku.

Ø  Skeptis, yaitu tokoh yang memiliki sikap ragu-ragu tentang sebuah hal atau kejadian dalam cerita. Ia akan menilai sesuatu itu harus dengan adanya bukti yang akurat, bukan sekadar menerima informasi yang ada secara mentah-mentah

Ø  Sidekick, yaitu teman dekat, rekan, atau pendamping protagonis yang sering memberikan dukungan dan bantuan.

Ø  Contagonist, yaitu tokoh pendukung yang karakternya berlawanan dengan tokoh utama. Tidak sama dengan antagonis, contagonist sering diperkenalkan atau dimunculkan pada tengah cerita untuk menciptakan atau memperpanjang konflik yang ada.

 

5. Mulailah Menulis

Setelah memahami beberapa poin di atas, maka sudah saatnya bagi kita untuk mulai menulis. Tuangkan ide yang ada berupa rangkaian tulisan. Susun cerita kita mulai dari awal kisah, terjadinya konflik, puncak konflik, penyelesaian konflik, kemudian akhir konflik atau ending cerita.

            Setelah menyelesaikan cerita, wajib bagi seorang penulis untuk membaca kembali tulisannya agar apabila ada yang perlu diperbaiki baik dalam segi alur cerita maupun konflik cerita, penulis dapat segera memperbaikinya.

            Jangan lupa, mintalah pendapat atau masukan dari pembaca, orang terdekat, maupun sesama penulis tentang cerita yang kita tulis agar kemampuan kita semakin mumpuni. Namun, apabila dirasa cerita yang kita tulis sudah mantap, kita bisa langsung membagikannya kepada pembaca baik berupa postingan di sosial media, aplikasi menulis, maupun mengajukannya kepada penerbit agar bisa diterbitkan serta dicetak menjadi sebuah novel fisik tanpa harus berkonsultasi ke berbagai pihak terlebih dahulu.

Menjadi seorang penulis memang tidak mudah, tetapi konsistensi dalam menulis dan rajin mempelajari banyak hal tentang menulis novel akan membuat kita semakin mahir dalam bidang ini. Tetap semangat dan jangan menyerah, ya!

 

By WoPie Tasnim

***